Senin, 28 November 2011

KOORDINASI DALAM ORGANISASI

"KOORDINASI DALAM ORGANISASI"


A. LATAR BELAKANG

Organisasi dalam bentuk apapun esensinya terdiri dari sumber daya, proses manajemen dan tujuan organisasi. Seluruh sumber daya yang dimiliki organisasi tersebut dimanfaatkan dalam proses manajemen secara terintegrasi dalam pencapaian tujuan organisasi. Proses integrasi sumber daya maupun proses manajemen untuk mencapai tujuan organisasi tersebut disebut dengan proses koordinasi. Dengan demikian, koordinasi memiliki peran yang vital dalam memadukan seluruh sumber daya organisasi untuk pencapaian tujuan.
Semakin kompleks organisasi dan manajemen maka semakin kompleks juga proses koordinasi yang harus dilakukan. Bahkan, dalam konteks organisasi swasta (private institutions), koordinasi tidak hanya dilakukan dalam ruang lingkup satu negara tetapi juga lintas negara sebagaimana telah banyak dipraktekan oleh perusahaan-perusahaan multi-nasional. Dapat dibayangkan, betapa sulitnya proses manajemen sumber daya yang tersebar di berbagai negara tanpa adanya koordinasi. Tanpa koordinasi maka sumber daya yang tersebar tersebut tidak dapat dikelola secara efektif dan efisien.

Prinsip koordinasi juga harus terefleksikan dalam organisasi public/pemerintahan maupun organisasi kesewadayaan masyarakat. Dalam organisasi publik, sumber daya yang digunakan tidak sedikit. Untuk menunjang proses manajemen pembangunan di berbagai bidang termasuk bidang politik, ekonomi, sosial dan budaya maka sumber daya baik keuangan negara maupun sumber daya manusia tidak sedikit. Bahkan, sebagian sumber daya finansial tersebut sebagian mungkin dipenuhi melalui hutang luar negeri. Dalam kondisi tersebut, apabila sumber daya tidak dimanfaatkan secara efektif dan efisien maka akan terjadi pemborosan sumber daya.

Namun dalam praktek administrasi negara di Indonesia seringkali koordinasi dianggap sebagai ”barang mahal”. Koordinasi mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan. Banyak sekali instansi yang memiliki kegiatan sejenis namun tidak terkoordinasi dengan baik. Masalah ini juga terjadi dalam hubungan antar unit dalam organisasi. Beberapa unit dalam satu organisasi memiliki kegiatan serupa tanpa bisa dikendalikan oleh pimpinan. Kondisi ini dapat semakin parah apabila tidak dikoordinasikan dari semenjak perencanaan, pelaksanaan sampai evaluasi.

Secara umum, koordinasi merupakan “tali pengikat” dalam organisasi dan manajemen yang menghubungkan peran para actor dalam organisasi dan manajemen untuk mencapai tujuan organisasi dan manajemen. Dengan kata lain, adanya koordinasi dapat menjamin pergerakan aktor organisasi ke arah tujuan bersama. Tanpa adanya koordinasi, semua pihak dalam organisasi dan manajemen akan bergerak sesuai dengan kepentingannya namun terlepas dari peran aktor lainnya dalam organisasi dan peran masing-masing aktor tersebut belum tentu untuk mencapai tujuan bersama.

Koordinasi secara mudah untuk dipahami adalah dengan kata kunci ‘keselarasan’. Keselarasan di sini adalah adanya keselarasan aktivitas antara unit-unit atau satuan organisasi serta keselarasan tugas antar pejabat unit/satuan.

Untuk mempermudah memahami keuntungan pelaksanaan koordinasi dalam organisasi ada beberapa kata kunci juga yaitu : ‘dapat menghindari’, ‘dapat menumbuhkan’, dan ‘dapat menjamin’
1. dapat menghindari …
* perasaan lepas satu sama lain
* perasaan yang merasa paling penting
* timbulnya pertentangan
* timbulnya rebutan fasilitas
* waktu menunggu yang memakan waktu lama
* kesamaan/kekembaran pekerjaan/aktivitas
2. dapat menumbuhkan …
* kesadaran antar pejabat unit untuk saling bantu
* kesadaran untuk saling memberitahu masalah yang dihadapi
3. dapat menjamin …
* adanya kesatuan langkkah
* adanya kesatuan tindakan
* adanya kesatuan sikap
* adanya kesatuan kebijakan
Apabila digambarkan perbandingan tidak adanya pelaksanaan koordinasi dan diadakannya koordinasi (menurut Catheryn Seckler Hudson) adalah :
* tidak ada koordinasi : unit-unit/satuan organisasi membentuk garis lurus dengan jurusan paralel yang tidak pernah menemui titik temu karena semuanya menuju ke tujuan unit/satuan masing-masing
* adanya koordinasi : unit-unit/satuan organisasi membetuk garis lurus dengan jurusan menuju titik yang sama yaitu dalam sebuah ‘tujuan organisasi’
Jadi kesimpulannya dengan adanya koordinasi akan dapat mengarahkan semua unit/satuan dalam organisasi di samping mempunyai tujuan/tugas pokok dan fungsi masing-masing agar tetap harus menuju satu titik yaitu tujuan organisasi secara keseluruhan.


sumber:
http://www.scribd.com/doc/31352694/Teknik-Teknik-Koordinasi-Dalam-Organisasi-Publik-Pemerintahan
woedpress.com








Tidak ada komentar:

Posting Komentar