Twitter

Ads Here

LYMPO.IO - MONETIZING SPORTS AND HEALTH DATA VIA BLOCKCHAIN

Lympo’s ecosystem is comprised of an app which is a fitness wallet that rewards users with Lympo tokens (LYM) for sharing and achieving t...

Pengikut

Cari Blog Ini

About

captain_jack_sparrow___vectorHello, my name is Jack Sparrow. I'm a 50 year old self-employed Pirate from the Caribbean.
Learn More →

Popular Posts

Sabtu, 01 Desember 2012

BAB II. MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFOMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF






BAB II. MENGGUNAKAN TEKNOLOGI INFOMASI UNTUK KEUNGGULAN KOMPETITIF

         Perusahaan adalah suatu system fisik yang menggunakan suatu system Konseptual Sistem Fisik Perusahaan adalah : system lingkaran Tertutup dalam artian kata dikendalikan oleh manajemen menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan tujuan suatu perusahaan itu tercapai.Perusahaan mengambil sumberdaya dari lingkungannnya kemudian mengubah sumber daya tersebut menjadi barang dan jasa kemudian mengembalikannya kepada lingkunganya. “Lingkungan merupakan alasan utama dari suatu perusahaan “ Perusahaan melihat perlunya penyediaan barang dan jasa untuk kebutuhan lingkungan tertentu dan menanamkan modalnya sehingga perusahaan melaksanakan aktivitasnya.

        Dalam upaya mencapai keberhasilan, para manajer sangat menyadari pengaruh dari lingkungan perusahaan.  Perusahaan di hubungkan dengan elemen-elemen dalam lingkungan nya melalui arus sumber daya fisik maupun konseptual.  Penjelasan tentang strategi keunggulan kompetitif yang paling lengkap berfokus pada arus masuk dari pemasok dan arus keluar melalui distribusi ke pelanggan.
       Kegiatan mengidentifikasi sumber daya informasi yang akan dibutuhkan perusahaan di masa depan, mendapatkan sumber daya tersebut, dan mengelola nya di sebut perencanaan sumber daya informasi secara strategis (strategic planning for information resources), atau SPIR.  SPIR adalah tanggung jawab semua manager, tetapi manager organisasi jasa informasi (information services) memainkan peranan penting.  Jabatan CIO, yaitu chief information officer, menjadi semakin popular untu menggambarkan manajer jasa informasi.
     Ketika manajer mengetahui bahwa informasi suatu sumber daya strategis, menetapkan berbagai kebijakan untuk menerapkan sumber daya tersebut secara strategis, dan menindaklanjuti guna meyakinkan bahwa kebijakan tersebut di jalankan, aktivitas itu di sebut manajemen sumber daya informasi (information resources management), atau IRM. IRM adalah konsep yang mengintergerasikan konsep-konsep keunggulan kompetitif lain, CIO, IRM, SPIR, dan end-user computing.  Dengan demikian IRM memberikan kerangka kerja bagi pemanfaatan computer yang efektif.

Perusahaan Dalam Lingkungannya.
Kita mengetahui bahwa perusahaan adalah suatu system fisik, yang dikelola dengan menggunakan suatu system konseptual.  Sistem fisik perusahaan adalah system lingkaran tertutup, dalam arti dikendalikan oleh management, menggunakan informasi umpan balik untuk meyakinkan bahwa tujuan – tujuan nya telah tercapai.  Perusahaan juga system terbuka, dalam arti berhubungan dengan lingkungannya.  Perusahaan mengambil sumber daya dari lingkungannya, mengubah sumber daya tersebut menjadi barng dan jasa, dan mengembalikan sumber daya yang telah di ubah itu kepada lingukan nya. Lingkungan sangat berarti bagi perusahaan. Lingkungan adalah  alasan utama keberadaan perusahaan. Pemilik perusahaan melihat perlunya penyediaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan lingkungan, Lingkungan kemudian menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk memproduksi barang dan jasa.
Delapan Elemen Lingkungan
  1. Pemasok adalah yang menyediakan material, mesin, jasa dan informasi yang digunakan oleh perusahaan untuk memproduksi barang dan jasa.
  2. Pelanggan adalah konsumen yg akan atau telah menggunakan atau menikmati barang dan jasa dari pemasok.
  3. Serikat Pekerja adalah organisasi bagi tenaga kerja yang termapil mau tenaga kerja yang tidak terampil.
  4. Masyarakat Keuangan terdiri dari lembaga-lembaga yang mempengaruhi sumber daya uang yang tersedia bagi perusahaan. Contohnya bank atau lembaga peminjam lainnya, serta perusahaan-perusahaan investasi.
  5. Pemegang Saham atau Pemilik adalah orang-orang yang menanamkan modal/saham di perusahaan dan mewakili tingkat manajemen tertinggi.
  6. Pesaing mencakup semua organisasi yang bersaing dengan perusahaan di pasaran.
  7. Pemerintah : pada tingkat pusat, daerah, dan local, memberikan kendala-kendala dalam bentuk undang-undang dan peraturan, tetapi juga memberikan bantuan dalam bentuk pembelian, informasi dan dana.
  8. Masyarakat Global  adalah wilayah geografis tempat perusahaan melaksanakan operasi nya. Perusahaan menunjukan tanggung jawabnya pada masyarakat global dengan memperhatikan lingkungan alam, menyediakan produk dan jasa yang meningkatkan kualitas hidup dan beroperasi secara etis.
Elemen-elemen lingkungan ini adalah organisasi atau individu yang berada di luar
Perusahaan dan memiliki pengaruh langsung atau tidak langsung pada perusahaan.
Arus Sumber Daya Lingkungan
Sumber daya mengalir kepada perusahaan dari elemen-elemen, melewati perusahaan, dan kembali kepada elemen-elemen. Semua Sumber Daya dari lingkungan yang memasuki perusahaan akhirnya kembali kepada lingkungannya
Sebagian sumber daya mengalir lebih sering dari yang lain. Arus yang sangat sering mencakup arus informasi dari pelanggan, arus material kepada pelanggan, arus uang kepada pemegang saham, arus mesin dari pemasok, dan arus pekerja dari serikat buruh. Tidak semua sumber daya mengalir antara perusahaan dengan semua elemen lingkungan. Contohnya, mesin biasanya tidak mengalir dari perusahaan kepada pemegang saham, uang tidak boleh mengalir kepada pesaing, dan material tidak boleh mengalir kepada serikat buruh. Satu-satunya sumber daya yang menghubungkan perusahaan dengan semua elemen tersebut adalah informasi.
Keunggulan Kompetitif
     Istilah yang berkaitan dengan lingkungan yang muncul selama akhir 1980-an adalah keunggulan kompetitif (competitive advantage). Keunggulan kompetitif  dapat dicapai melalui banyak cara, seperti menyediakan barang dan jasa dengan harga murah, menyediakan barang dan jasa yang lebih baik dari para pesaing, dan memenuhi kebutuhan khusus suatu segmen pasar tertentu.
    Menurut Profesor Michael E. Porter adalah orang yang paling sering diidentikasikan dengan topic keunggulan kompetitif.  Buku dan artikel nya memberikan panduan dan strategi untuk perusahaan-perusahaan yang mencoba memperoleh keunggulan dari para pesaing-pesaing nya.  Pusat dari teori Porter adalah marjin.  Marjin adalah nilai produk dan jasa perusahaan, seperti yang diyakini oleh pelanggan perusahaan itu, di kurangi biaya nya.  Perusahaan menciptakan nilai dengan melaksanakan aktivitas.  Aktivitas nilai terbagi 2 kategori besar-utama dan pendukung.  Aktivitas Nilai Utama (primary value activities) adalah aktivitas yang berhubungan dengan produksi dan penawaran nilai yang lebih besar kepada pelanggan dari pada yang dilakukan pesaing.  Aktivitas Nilai Pendukung(support value activities) adalah menyediakan input dan infrastruktur yang memungkin kan aktivitas utama berlangsung.  Tiap aktivitas nilai, baik itu utama atau pendukung memiliki 3 unsur penting, yaitu :
§  Input yang di beli,
§  Sumber Daya Manusia, dan
§  Teknologi.
Tiap aktivitas menggunakan dan menciptakan informasi.  Misalnya, spesialis informasi dalam unit jasa informasi mengkombinasikan database komersil yang dibeli, peralatan computer yang disewa, dan program yang dikembangkan sendiriuntuk menghasilkan informasi pendukung keputusan bagi para eksekutif perusahaan.
           3.  Sistem Nilai :
Sistem Nilai adalah kaitan rantai nilai beberapa perusahaan.  Rantai nilai dalam suatu industry dapat sangat mirip, tetapi kemungkinan besar rantai nilai tiap perusahaan bersifat unik.  Karena tiap aktivitas nilai mencakup suatu komponen informasi, pengelolaan sumber daya informasi perusahaan merupakan langkah kunci untuk mencapai keunggulan kompetitif.
            4.  Sumber Daya Informasi :
Sejumlah usaha awal dalam manajemen informasi terfokus pada data.  Usaha tersebut sejalan dengan meluas nya penggunaan system manajemen database(database management system), atau DBMS, selama tahun 1970-an dan 1980-an.  Daripada berkonsentrasi pada input (data) dan output (informasi), perhatian seharus nya juga diberikan kepada pengolah informasi (information processor) yang mengubah input menjadi output.  Pengolah ini meliputi perangkat keras dan perangkat lunak, serta orang-orang yang mengembangkan, mengoperasikan, dan menggunakan system.  Juga termasuk fasilitas yang menyimpan sumber daya tersebut.

Jenis-jenis Sumber Daya Informasi :
Karena itu, sumber daya informasi terdiri dari :
§  Perangkat keras computer,
§  Perangkat lunak computer,
§  Spesialis informasi,
§  Pemakai,
§  Fasilitas,
§  Database, dan
§  Informasi.
      5. Pengelolah Sumber Daya Manusia :
Sebuah Perusahaan jasa informasi, dikelola oleh seorang manajer yang berstatus wakil direktur.  CIO (chief information) adalah manajer jasa informasi yang menyumbangkan keahlian manajerialnya tidak hanya memecahkan masalah yang berkaitan dengan sumber daya informasi tetapi juga berbagai bidang lain dari operasi perusahaan.
Seorang manajer jasa informasi dapat berperan sebagai chief information officerdengan mengikuti saran-saran berikut :
§  Sediakan waktu untuk bisnis dan pelatihan bisnis. Pelajari bisnisnya, bukan hanya teknologi nya,
§  Membangun kemitraan dengan unit-unit bisnis dan manajemen lini; jangan menunggu hingga di undang,
§  Fokuskan pada perbaikan proses dasar bisnis,
§  Jelaskan biaya-biaya IS dalam istilah-istilah bisnis,
§  Bangun kepercayaan dengan memberikan jasa IS yang dapat diandalkan, dan
§  Jangan bersifat defensive.
Tanggung jawab manajemen tidak hanya berada pada pundak CIO, tetapi semuamanajer dalam perusahaan tersebut.
        6.   Perencanaan Strategis :
Perencanaan jangka panjang juga dikenal sebagai perencanaan strategiskarena mengidentifikasikan tujuan-tujuan yang akan memberi perusahaan posisi paling menguntungkan dalam lingkungan nya, serta mentukan strategi-strategi untuk mencapai tujuan tersebut.
          Perencanaan Strategis Fungsional:
       Rencana fungsional merinci bagaimana bidang-bidang tersebut akan mendukung perusahaan ketika perusahaan bekerja untuk mencapai tujuan strategis nya.
          Satu pendekatan bagi perencanaan strategis fungsional adalah bahwa tiap bidang menetapkan rencana nya sendiri terlepas dari yang lain.
Saat jasa informasi mulai mengembangkan rencana-rencana strategis, pendekatan yang dianjurkan adalah mendasarkan rencana tersebut pada tujuan strategis perusahaan, disebut
“kumpulan strategis organisasi”. Langkah kedua yang tersendiri, suatu rencana jasa informasi dibuat untuk mendukung tujuan perusahaan, disebut “kumpulan strategis SIM” yang
terdiri dari sejumlah tujuan, kendala, dan strategi. Pendekatan ini dinamakan “transformasi kumpulan strategi”.

SUMBER :
Buku Raymond McLeod, Jr

0 komentar:

Posting Komentar